Budaya Indonesia
Indonesia memiliki sekitar 300 kelompok etnis, tiap etnis memiliki warisan budaya yang berkembang selama berabad-abad, dipengaruhi oleh kebudayaan India, Arab, Cina, Eropa, dan termasuk kebudayaan sendiri yaitu
Melayu. Contohnya tarian
Jawa dan
Bali tradisional memiliki aspek budaya dan mitologi Hindu, seperti
wayang kulit yang menampilkan kisah-kisah tentang kejadian mitologis Hindu
Ramayana dan
Baratayuda. Banyak juga seni tari yang berisikan nilai-nilai
Islam. Beberapa di antaranya dapat ditemukan di daerah
Sumatera seperti tari
Ratéb Meuseukat dan tari
Seudati dari
Aceh.
Seni
pantun,
gurindam, dan sebagainya dari pelbagai daerah seperti pantun Melayu, dan pantun-pantun lainnya acapkali dipergunakan dalam acara-acara tertentu yaitu
perhelatan, pentas seni, dan lain-lain.
Seorang gadis
Palembang tengah mengenakan
Songket, salah satu busana tradisional Indonesia.
Di bidang busana warisan budaya yang terkenal di seluruh dunia adalah kerajinan
batik. Beberapa daerah yang terkenal akan industri batik meliputi
Yogyakarta,
Surakarta,
Cirebon,
Pandeglang,
Garut,
Tasikmalaya dan juga
Pekalongan. Kerajinan batik ini pun diklaim oleh negara lain dengan industri batiknya.
[58] Busana asli Indonesia dari
Sabang sampai
Merauke lainnya dapat dikenali dari ciri-cirinya yang dikenakan di setiap daerah antara lain
baju kurung dengan
songketnya dari
Sumatera Barat (
Minangkabau), kain
ulos dari
Sumatra Utara (
Batak), busana
kebaya, busana khas
Dayak di
Kalimantan,
baju bodo dari
Sulawesi Selatan, busana ber
koteka dari
Papua dan sebagainya.
Arsitektur Indonesia mencerminkan keanekaragaman
budaya,
sejarah, dan
geografi yang membentuk Indonesia seutuhnya. Kaum penyerang, penjajah, penyebar agama, pedagang, dan saudagar membawa perubahan budaya dengan memberi dampak pada gaya dan teknik bangunan. Tradisionalnya, pengaruh arsitektur asing yang paling kuat adalah dari India. Tetapi, Cina, Arab, dan sejak abad ke-19 pengaruh Eropa menjadi cukup dominan.
Ciri khas arsitektur Indonesia kuno masih dapat dilihat melalui rumah-rumah adat dan/atau istana-istana kerajaan dari tiap-tiap provinsi.
Taman Mini Indonesia Indah, salah satu objek wisata di Jakarta yang menjadi miniatur Indonesia, menampilkan keanekaragaman arsitektur Indonesia itu. Beberapa bangunan khas Indonesia misalnya
Rumah Gadang,
Monumen Nasional, dan Bangunan Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan di
Institut Teknologi Bandung.
Olahraga yang paling populer di Indonesia adalah
bulu tangkis dan
sepak bola;
Liga Super Indonesia adalah liga klub sepak bola utama di Indonesia. Olahraga tradisional termasuk
sepak takraw dan
karapan sapi di
Madura. Di wilayah dengan sejarah perang antar suku, kontes pertarungan diadakan, seperti
caci di
Flores, dan
pasola di
Sumba.
Pencak silat adalah seni bela diri yang unik yang berasal dari wilayah Indonesia. Seni bela diri ini kadang-kadang ditampilkan pada acara-acara pertunjukkan yang biasanya diikuti dengan musik tradisional Indonesia berupa
gamelan dan seni musik tradisional lainnya sesuai dengan daerah asalnya. Olahraga di Indonesia biasanya berorientasi pada pria dan olahraga spektator sering berhubungan dengan judi yang ilegal di Indonesia.
[59]
Di ajang kompetisi multi cabang, prestasi atlet-atlet Indonesia tidak terlalu mengesankan. Di Olimpiade, prestasi terbaik Indonesia diraih pada saat
Olimpiade 1992, dimana Indonesia menduduki peringkat 24 dengan meraih 2 emas 2 perak dan 1 perunggu. Pada era 1960 hingga 2000, Indonesia merajai bulu tangkis. Atlet-atlet putra Indonesia seperti
Rudi Hartono,
Liem Swie King,
Icuk Sugiarto,
Alan Budikusuma,
Ricky Subagja, dan
Rexy Mainaky merajai kejuaraan-kejuaraan dunia. Rudi Hartono yang dianggap sebagai maestro bulu tangkis dunia, menjadi juara
All England terbanyak sepanjang sejarah. Selain
bulu tangkis, atlet-atlet tinju Indonesia juga mampu meraih gelar juara dunia, seperti
Elyas Pical,
Nico Thomas[60], dan
Chris John.
[61]
Seni musik di Indonesia, baik tradisional maupun modern sangat banyak terbentang dari
Sabang hingga
Merauke. Setiap provinsi di Indonesia memiliki
musik tradisional dengan ciri khasnya tersendiri. Musik tradisional termasuk juga
keroncong yang berasal dari keturunan
Portugis di daerah
Tugu,
Jakarta,
[62] yang dikenal oleh semua rakyat Indonesia bahkan hingga ke mancanegara. Ada juga musik yang merakyat di Indonesia yang dikenal dengan nama
dangdut yaitu musik beraliran Melayu modern yang dipengaruhi oleh musik India sehingga musik dangdut ini sangat berbeda dengan musik tradisional Melayu yang sebenarnya, seperti musik Melayu Deli, Melayu Riau, dan sebagainya.
Alat musik tradisional yang merupakan alat musik khas Indonesia memiliki banyak ragam dari pelbagai daerah di Indonesia, namun banyak pula dari alat musik tradisional Indonesia 'dicuri' oleh negara lain
[63] untuk kepentingan penambahan budaya dan seni musiknya sendiri dengan mematenkan hak cipta seni budaya dari Indonesia.
Alat musik tradisional Indonesia antara lain meliputi:
| - Gondang Batak
- Gong Kemada
- Gong Lambus
- Jidor
- Kecapi Suling
- Kulcapi Batak
- Kendang Jawa
| | - Serunai
- Seurune Kale
- Suling Lembang
- Sulim Batak
- Suling Sunda
- Talempong
- Tanggetong
- Tifa, dan sebagainya
|
Masakan Indonesia bervariasi bergantung pada wilayahnya.
[64] Nasi adalah makanan pokok dan dihidangkan dengan lauk daging dan sayur. Bumbu (terutama
cabai),
santan,
ikan, dan
ayam adalah bahan yang penting.
[65]
Sepanjang sejarah, Indonesia telah menjadi tempat perdagangan antara dua benua. Ini menyebabkan terbawanya banyak bumbu, bahan makanan dan teknik memasak dari bangsa
Melayu sendiri,
India,
Timur tengah,
Tionghoa, dan
Eropa. Semua ini bercampur dengan ciri khas makanan Indonesia tradisional, menghasilkan banyak keanekaragaman yang tidak ditemukan di daerah lain. Bahkan bangsa
Spanyol dan
Portugis, telah mendahului bangsa
Belanda dengan membawa banyak produk dari dunia baru ke Indonesia.
Penganan kecil semisal kue-kue banyak dijual di pasar tradisional. Kue-kue tersebut biasanya berbahan dasar beras, ketan, ubi kayu, ubi jalar, terigu, atau sagu. Nasi rames yang berisi nasi beserta lauk atau sayur pilihan dijual di tempat-tempat umum, seperti stasiun
kereta api, pasar, dan terminal bus. Di
Daerah Istimewa Yogyakarta dan sekitarnya dikenal nasi kucing sebagai nasi rames yang berukuran sangat minimalis dengan harga murah, nasi kucing sering dijual di atas angkringan, sejenis warung kaki lima.
Terdapat pula aneka makanan yang dijual oleh para pedagang keliling menggunakan gerobak atau tanggungan. Pedagang keliling ini menyajikan
mie ayam, mi
bakso,
soto,
siomay, roti burger,
nasi goreng,
nasi uduk, dan lain-lain.
Film pertama yang diproduksi pertama kalinya di nusantara adalah film bisu tahun
1926 yang berjudul
Loetoeng Kasaroeng dan dibuat oleh sutradara
Belanda G. Kruger dan L. Heuveldorp pada zaman
Hindia Belanda. Film ini dibuat dengan aktor lokal oleh Perusahaan Film Jawa NV di
Bandung dan muncul pertama kalinya pada tanggal
31 Desember,
1926 di teater Elite and Majestic,
Bandung. Setelah itu, lebih dari 2.200 film diproduksi. Di masa awal kemerdekaan, sineas-sineas Indonesia belum banyak bermunculan. Diantara sineas yang ada,
Usmar Ismail merupakan salah satu sutradara paling produktif, dengan film pertamanya
Harta Karun (1949). Namun kemudian film pertama yang secara resmi diakui sebagai film pertama Indonesia sebagai negara berkedaulatan adalah film
Darah dan Doa (1950) yang disutradarai Usmar Ismail. Dekade 1970 hingga 2000-an,
Arizal muncul sebagai sutradara film paling produktif. Tak kurang dari 52 buah film dan 8 judul sinetron dengan 1.196 episode telah dihasilkannya.
Popularitas
industri film Indonesia memuncak pada tahun 1980-an dan mendominasi bioskop di Indonesia,
[66] meskipun kepopulerannya berkurang pada awal tahun 1990-an. Antara tahun 2000 hingga 2005, jumlah film Indonesia yang dirilis setiap tahun meningkat.
[66] Film
Laskar Pelangi (2008) yang diangkat dari novel karya
Andrea Hirata menjadi film dengan pendapatan tertinggi sepanjang sejarah perfilman Indonesia saat ini.
[sunting] Kesusastraan
Bukti tulisan tertua di Indonesia adalah berbagai prasasti berbahasa
Sanskerta pada abad ke-5
Masehi. Figur penting dalam sastra modern Indonesia termasuk: pengarang Belanda
Multatuli yang mengkritik perlakuan Belanda terhadap Indonesia selama zaman penjajahan Belanda;
Muhammad Yamin dan
Hamka yang merupakan penulis dan politikus pra-kemerdekaan;
[67] dan
Pramoedya Ananta Toer, pembuat novel Indonesia yang paling terkenal.
[68] Selain novel, sastra tulis Indonesia juga berupa puisi, pantun, dan sajak.
Chairil Anwar merupakan penulis puisi Indonesia yang paling ternama. Banyak orang Indonesia memiliki
tradisi lisan yang kuat, yang membantu mendefinisikan dan memelihara identitas budaya mereka.
[69] Kebebasan pers di Indonesia meningkat setelah berakhirnya kekuasaan Presiden
Soeharto. Stasiun
televisi termasuk sepuluh stasiun televisi swasta nasional, dan jaringan daerah yang bersaing dengan stasiun televisi negeri
TVRI.
Stasiun radio swasta menyiarkan berita mereka dan program penyiaran asing. Dilaporkan terdapat 20 juta pengguna internet di Indonesia pada tahun 2007.
[70] Penggunaan internet terbatas pada minoritas populasi, diperkirakan sekitar 8.5%.
[sunting] Lingkungan hidup
Wilayah Indonesia memiliki keanekaragaman makhluk hidup yang tinggi sehingga oleh beberapa pihak wilayah ekologi Indonesia disebut dengan istilah "
Mega biodiversity" atau "keanekaragaman mahluk hidup yang tinggi"
[71][72] umumnya dikenal sebagai
Indomalaya atau
Malesia bedasarkan penelitian bahwa 10 persen tumbuhan, 12 persen mamalia, 16 persen reptil, 17 persen burung, 25 persen ikan yang ada di dunia hidup di Indonesia, padahal luas Indonesia hanya 1,3 % dari luas Bumi. Kekayaan makhluk hidup Indonesia menduduki peringkat ketiga setelah
Brasil dan
Republik Demokratik Kongo.
[73]
[[Berkas:Toba Lake View.JPG|thumb|right|
Danau Toba, danau terbesar di
Indonesia.
Meskipun demikian,
Guinness World Records pada 2008 pernah mencatat rekor Indonesia sebagai negara yang paling kencang laju kerusakan hutannya di dunia. Setiap tahun Indonesia kehilangan hutan seluas 1,8 juta hektar. Kerusakan yang terjadi di daerah hulu (hutan) juga turut merusak kawasan di daerah hilir (pesisir).
[74] Menurut catatan
Down The Earth, proyek
Asian Development Bank (ADB) di sektor kelautan Indonesia telah memicu terjadinya alih fungsi secara besar-besaran hutan bakau menjadi kawasan pertambakan. Padahal hutan bakau, selain berfungsi melindungi pantai dari abrasi, merupakan habitat yang baik bagi berbagai jenis ikan. Kehancuran hutan bakau tersebut mengakibatkan nelayan harus mencari ikan dengan jarak semakin jauh dan menambah biaya operasional mereka dalam mencari ikan. Selain itu, hancurnya hutan bakau juga mengakibatkan semakin rentannya kawasan pesisir Indonesia terhadap terjangan air pasang laut dan banjir, terlebih di musim hujan